Katakamidotcom News Indonesia

Please also visit : KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

Tag Archives: Polri

Terimakasih TNI Polri Yang Ada Bersama Rakyat Saat Indonesia Penuh Bencana

Anggota pasukan khusus KOPASSUS menggunakan masker unuk melakukan pencarian dan evakuasi korban tewas di daerah Pejambon, Sleman, DI Yogyakarta (8 November 2010). Photo : BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

 

Dimuat juga di KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

 

Photostream : Indonesian Elite Forces (Kopassus) and rescue team evacuated the victims of Mount Merapi eruption http://wp.me/pYE9h-37D

PHOTOSTREAM : Indonesian Elite Forces, We Love You Full Soldier !

Baret Merah Tak Pernah Mati, KOMANDO !!!


Jakarta 09/11/2010 (KATAKAMI) — Hanya beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendarat di Jakarta, sebuah pesan singkat yang sangat “tajam” di jejaring sosial Twitter datang dari Ketua Komisi I DPR-RI Mahfudz Siddiq dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera :

Jika Obama msh persoalkan Kopassus, silakan berkunjung ke Merapi.  Oke?

Sesungguhnya bisa diartikan, pesan sederhana ini adalah sebuah kritikan tentang “nyinyirnya” sejumlah pihak Amerika jika sudah berbicara tentang militer Indonesia.

Seolah-olah, militer Indonesia itu adalah sesuatu yang pantas untuk selalu direcoki karena begitu layak direndahkan.

Lepas dari segala kelebihan atau kekurangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), rakyat Indonesia seakan tak rela kalau TNI dinistakan, direndahkan derajatnya dan disama-ratakan dengan kasta terendah dalam kehidupan ini.

Arogansi dari pihak manapun yang secara sengaja merecoki, merendahkan dan menistakan TNI ke titik terendah, perlu membuka mata dan telinga mereka tentang bagaimana pengabdian dan kerja keras TNI dalam melakukan misi-misi kemanusiaan disaat Indonesia sedang berduka yaitu tertimpa bencana demi bencana seperti yang terjadi belakangan ini.

Tak cuma TNI, POLRI juga ikut merapatkan barisan dalam memberikan pertolongan mereka kepada korban di berbagai lokasi bencana.

TB. HASANUDDIN, SE, MM, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan

Lewat wawancara dengan KATAKAMI.COM, Selasa (09/11/2010) di Jakarta, TB Hassanudin Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan secara tegas mengkritik kecenderungan Amerika untuk terus menerus meributkan masalah-masalah pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan TNI.

“Kita harus sampaikan pada Obama bahwa Indonesia bukan bagian dari Amerika. Ingat itu ! Dan Amerika juga bukan bagian dari Indonesia. Amerika perlu belajarlah untuk bergaul secara lebih baik dengan banyak negara di dunia ini” kata TB Hassanudin.

Lebih jauh, TB Hassanudin mengatakan bahwa Obama dan Amerika secara keseluruhan perlu mengingat satu hal yang sangat penting bahwa Indonesia tidak pernah latah atau lancang merecoki “keberadaan” Amerika di Afghanistan dan Irak.

“Kita tidak pernah mempermasalahkan keberadaan Amerika di Afghanistan dan Irak kan. Jadi kenapa Amerika ribut sendiri soal Indonesia ? Bahwa Indonesia memang memiliki sesuatu yang harus diperbaiki, ya oke … kami akan memperbaiki dan pasti mampu mengatasinya. Kenapa sibuk sekali bicara miring soal militer Indonesia ?” lanjut TB Hassanudin.

TB Hassanudin yang juga merupakan mantan Sekretaris Militer di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri ini memberikan penghargaan kepada TNI / POLRI yang terus bahu-membahu membantu rakyat yang sedang tertimpa kesusahan di berbagai lokasi bencana.

“Saya bicara tentang TNI ya. Sejak TNI dilahirkan, memang dikondisikan untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat. Bahwa ada pasang surut dalam perjalanan TNI … misalnya dikaitkan dengan pelanggaran HAM atau masuk dalam dunia perpolitikan, itu sisi lain. Tetapi dalam menangani bencana apapun, TNI adalah yang paling solid. Sebab man power yang ada dalam TNI itu stand by 24 jam dalam sehari” ungkap TB Hassanudin.

TB Hassanudin menambahkan bahwa pemerintah memang bisa memanfaatkan kemampuan atau skill yang dimiliki TNI dalam menangani bencana.

“Bila terjadi bencana nasional di negara manapun yang ada didunia ini maka orang pertama yang dikirimkan untuk memberikan bantuan adalah militer. Khusus untuk TNI, mereka bisa ditugaskan untuk ikut menangani dampak bencana. Tetapi sebaiknya penanggung-jawab diserahkan kepada badan lain. Sebab tugas pokoknya berbeda. TNI ditugaskan untuk bertempur” kata TB Hassanudin.

Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, Mantan KSAD

Dukungan terhadap TNI juga datang dari Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu selaku mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

“Yang paling suka menjelek-jelekkan kita dari pihak Amerika ini kan hanya segelintir saja. Ribut saja soal HAM. Dan kalau saya ditanya soal Obama, dia ini kan anak muda. Saya cuma bicara singkat sajalah. Pemerintah Amerika tidak usah mengkritik TNI. Sebab setahu saya, Obama itu sama Jenderal bintang empat di negaranya saja tidak cocok. Siapa itu namanya ? Jenderal Stanley McChrystal kan. Dia ini komandan tertinggi dalam perang di Afghanistan. Militer Amerika ini, khusus Jenderal-Jenderal mereka adalah para perwira tinggi yang bagus-bagus dan  profesional. Jadi kalau ada perwira tinggi bintang 4 mengecam kepala negaranya maka artinya ada yang salah dari si kepala negara itu. Sebab Komandan Tertinggi adalah orang yang paling mengetahui situasi di lapangan. Jadi tidak perlu mengkritik militer negara lain. Introspeksi diri sendiri dululah” kata Jenderal Ryamizard Ryacudu kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah kesempatan.

Ryamizard Ryacudu percaya bahwa TNI akan selalu ada bersama rakyat Indonesia dalam keadaan apapun juga.

Yorrys Raweyai, Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar

Sementara itu, Yorrys Raweyai Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras TNI ( dan POLRI ) dalam menangani berbagai bencana di Indonesia.

“Begini ya, dari semua bencana apapun yang terjadi di Indonesia, sudah pasti yang tercepat untuk memberikan pertolongan di lokasi bencana itu adalah TNI  dan POLRI. Khususnya TNI ya. Dan dimana-mana selalu begitu. Di negara manapun, militer pasti pihak pertama yang dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama dalam bencana dalam skala apapun” kata Yorrys Raweyai.

Menurutnya, TNI memang yang paling siap dan sigap dalam menangani bencana.

“Coba kita lihat, badan atau instansi mana di Indonesia ini yang memiliki kemampuan yang paling lengkap untuk menangani bencana ? Cuma TNI yang bisa melakukan itu. Tentu Polri juga berperan dalam menangani bencana. jadi kita harus menghargai mereka. Itu sebabnya, kami di Komisi I sedang mengusahakan agar didalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), unsur TNI dimasukkan didalamnya” ungkap Yorrys Raweyai.

Anggota TNI (KOPASSUS) dan POLRI melakukan proses evakuasi terhadap korban tewas di Desa Argomulyo, DI Yogyakarta ( 5 November 2010). Photo : AP Photo/Gembong Nusantara)

Jadi, seperti kata pepatah, “Anjing menggonggong, khalilah berlalu”.

Biarkan pihak lain berbicara buruk tentang Indonesia ( khususnya TNI ). Sebab yang paling mengetahui sisi baik dan buruk dari negara kita adalah kita sendiri.

Jika memang ada sesuatu yang salah maka kesalahan itu harus diperbaiki sesuai aturan dan ketentuan Undang Undang yang berlalu.

Saat ini Indonesia sedang berduka.

Langit di atas Indonesia memang sangat amat mendung dan seakan gelap gulita.

Di Wasior (Papua), di Mentawai (Sumatera Barat) dan khususnya di Gunung Merapi ( DI Yogyakarta), terjadi bencana alam yang sangat beruntun.

Korban tewas begitu banyak di 3 lokasi bencana alam ini.

Bersama tim relawan, TNI / POLRI masih sangat dibutuhkan untuk memberikan pertolongan yang maksimal di lokasi-lokasi bencana.

Duka Indonesia adalah duka yang sangat dirasakan juga oleh TNI / POLRI.

Sehingga merekalah yang sangat dibutuhkan dan paling bisa diandalkan untuk memberikan pertolongan seluas-luasnya kepada para korban ( terutama dalam masa tanggap darurat seperti saat ini ).

 

Terimakasih TNI / POLRI.

Berbuatlah lebih tulus dan lebih banyak lagi dalam perjalanan pengabdian kalian bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Sebab pengabdian tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Kami, rakyat Indonesia, mencintai kalian dengan cinta yang begitu kuat berselimutkan rasa nasionalisme yang sangat amat tinggi.

Dan menutup tulisan ini, ingin rasanya sekali lagi menyampaikan pujian untuk TNI dan POLRI.

Ode adalah syair (kehidupan) yang berisi pujian secara tulus.

Ode untuk TNI / POLRI adalah untaian pujian yang sangat tulus atas kerja keras dan pengorbanan TNI / POLRI di lokasi-lokasi bencana yang terjadi di wilayah Indonesia.

Ketika lagu berjudul Ibu Pertiwi dikumandangkan di saat Indonesia berduka, bersama TNI / POLRI duka demi duka, bencana demi bencana, terlalui dengan penuh rasa kebersamaan yang sangat kuat antar anak bangsa Indonesia.

Sekali lagi, terimakasih TNI / POLRI.

Janganlah berhenti mengabdikan diri dan terus melakukan yang terbaik bagi kebaikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

YOUTUBE : IBU PERTIWI ( SLANK)

Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa

Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Mmenjaga harta pusaka
Untuk nusa dan bangsa

(*)

Advertisements

Photostream : Swearing-in Ceremony of the new Indonesian Police Chief, Timur Pradopo

An official holds the holy Koran over Indonesia's incoming National Police Chief three-star General Timur Pradopo (R) during the swearing-in ceremony by President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010. (GETTY IMAGES / AFP PHOTO / ADEK BERRY )

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono (2L) poses with Vice President Boediono (2R), incoming Police Chief three-star General Timur Pradopo (R) and outgoing Police Chief Bambang Hendarso Danuri (1L) during the swearing-in at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010. (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Indonesia's incoming National Police Chief three-star General Timur Pradopo (L) poses next to outcoming police chief Bambang Hendarso Danuri (R) after the swearing-in ceremony by President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010. (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Incoming Police Chief three-star General Timur Pradopo (L) is congratulated by colleagues during the swearing-in at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010. (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Indonesian Police Chief thanks House for endorsing Timur Pradopo

Comr.Gen.Timur Pradopo (left) an General Bambang Hendarso Danuri (right)

 

Please also visit : KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

October 15, 2010 ( KATAKAMI / THE JAKARTA POST) — The National Police chief Gen. Bambang Hendarso Danuari on Friday lauded that the House of Representatives’ legal commission for declaring Comr. Gen. Timur Pradopo eligible to replace his post.

Bambang praised the House’s Commission III on legal and human rights’ positive stance during Timur’s fit-and-proper test on Thursday.

“Thanks God, the test went well and I really appreciate the Commission members for accepting (Timur’s nomination),” Bambang said Friday morning during his work visit to Manokmari, West Papua, as quoted by Kompas.com.

Bambang said that he welcomed criticism raised by some legislators, saying it was a good input for the betterment of the police institution. He also hoped Timur could perform well in carrying his upcoming tasks.

During the interview, the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) Faction and the National Mandate Party (PAN) demanded the police to stay independent and professional, respect diversity, fight against violence act and settle troubled Bank Century case immediately.

President Susilo Bambang Yudhoyono nominated Timur as the sole candidate at the last minute, refusing to select two candidates – general monitoring inspector Comr. Gen. Nanan Sukarna and training and education institutions chief Comr. Gen. Imam Sujarwo – proposed by Bambang.

Bambang will retire from his post by end of this month.

Kapolri Jenderal BHD : Dulu Saya Tidak Sangka Dapat Amanah Jadi Kapolri

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri


WAWANCARA EKSKLUSIF

Dimuat juga di  KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

Jakarta 13/10/2010 (KATAKAMI) — Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang merupakan Kapolri ke-19 akan segera memasuki masa purna bhaktinya ( pensiun ) per tanggal 1 November 2010 mendatang.

Tepat di hari ulangtahunnya yang ke-58 pada hari Minggu (10/10/2010) lalu di kediaman dinasnya di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memberikan kesempatan khusus kepada KATAKAMI.COM untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF.

Ini sebuah kesempatan emas sebab kami memang meminta dan menunggu selama berbulan-bulan.

BHD adalah anak ke-4 dari 8 bersaudara dari pasangan Mayor CPM Haji R. Danuri dan  Mariam ( yang sebelumnya bekerja sebagai seorang bidan di bagian kesehatan lingkungan korps CPM ).

BHD dilahirkan di Bogor tanggal 10 Oktober 1952. Ia lulusan Akabri bidang Kepolisian tahun 1974.

Selama 2 tahun, ia telah bertugas sebagai Kapolri.

Dan ini WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri :

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

Lebaran Bersama BHD, Cucu Kapolri Bertanya, “Abah, Apa Sih Artinya Menghilang Misterius ?”

Kapolri Jenderal BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama

Katakami (K): Apa kesan yang dirasakan dan dihadapi selama bertugas selama 2 tahun ini sebagai Kapolri ?

Bambang Hendarso Danuri (BHD) : Begini ya … dalam perjalanan ini memang saya rasakan dinamikanya sangat tinggi. Dari mulai awal menghadapi persiapan sampai akhir penyelenggaraan Pemilu. Banyak tantangan yang saya hadapi, baik dari eksternal maupun internal. Namun ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari semua itu. Kita telah berusaha dengan konsep bagaimana kita melakukan percepatan di tubuh Kepolisian. Dengan berbagai tahapan, reformasi dan program-program ke dalam untuk pembenahan. Akhirnya Polri memang merasakan dalam 2 tahun terakhir ini bahwa harapan masyarakat sangat tinggi kepada Polri agar berubah. Ini betul-betul saya rasakan selama bertugas selama Kapolri. Polri harus berubah. Tapi jangan bilang bahwa Polri tidak pernah berubah. Polri sudah berubah.

(K) Apa hasil evaluasi dari internal Polri tentang dimana letak kelemahan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar harapan yang tinggi itu bisa terpenuhi ?

(BHD) : Pelayanan yang masih sangat rendah dan memberatkan adalah Reserse. Itu makanya saya lakukan program “Ayo Keroyok Reserse”.

( Keterangan : Untuk membenahi reserse, pada bulan April lalu Polri bakal menggelar pembinaan terhadap 5.000 penyidik polisi di seluruh Indonesia. Pembinaan termasuk upgrading kompetensi, pakta integritas, dan pendidikan lanjutan. Program ini juga dikaitkan dengan pengawasan organisasi yang semakin ketat terhadap perilaku penyidik. Redaksi ).

(K) : Kalau Polri menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat ingin agar Polri berubah atau mereformasi dirinya, apakah harapan masyarakat itu sudah terpenuhi ?

(BHD) :  Dengan komitmen dan konsistensi pengganti saya, saya yakin Polri berubah. Tapi sekali lagi saya mohon, jangan bilang Polri belum berubah dan cuma jalan di tempat. Polri yakin sudah ada perubahan.

(K) : Apa yang harus dilakukan oleh Kapolri yang baru nanti ?

(BHD) : Yang paling penting dilakukan adalah harus terus mencari terobosan. Saya sudah melakukan beberapa terobosan, diantaranya ya propram “Ayo Keroyok Reserse” tadi.  Kemudian program Quick Wins.

( Keterangan : Quick Wins adalah salah satu program unggulan POLRI dalam masa kepemimpinan Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam rangka meraih keberhasilan. Agar tercapai tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan Polri baik selaku pemelihara kamtibmas, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakkan hokum. Polri telah mereformasi diri dan mempercepat proses birokrasi, salah satunya adalah melalui program dalam rangka meraih keberhasilan segera. Yang tercakup dalam Quick Wins adalah Quick Respon Patroli Samapta, Transparansi Penerbitan SIM, STNK DAN BPKB,  Transparansi Penyidikan Melalui Pemberian SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkemabangan Hasil Penyidikan dan Transparansi Rekrutmen Anggota Kepolisian yaitu AKPOL, PPSS DAN BINTARA.  Redaksi )

 

Dari Kiri ke Kanan (barisan terdepan) : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Presiden SBY, Kapolri BHD, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani (duduk) & Irwasum Komjen Nanan Soekarna, disaksikan sejumlah perwira tinggi Polri

(K) : Semua program yang selama ini sudah dan sedang dilaksanakan, harus dilanjutkan oleh Kapolri yang baru ya ?

(BHD) :  Untuk perubahan culture … kita berharap mudah-mudahan Pak Kapolri baru punya konsep dan terobosan untuk melakukan perubahan berikutnya di Kepolisian.

(K) : Menjelang peralihan kepemimpinan ini, apakah Polri tetap solid atau ada semacam resistensi terhadap calon Kapolri baru yaitu Komjen Timur Pradopo ?

(BHD) : Alhamdulilah, tidak ada samasekali resistensi terhadap beliau. Saya sudah tanamkan kepada anak-anak di lapangan, kepada para perwira tinggi, para Kombes dan AKBP, begitu juga purnawirawan. Saya sudah bicara kepada mereka. Mabes Polri sudah menyiapkan perwira tinggi terbaik. Dan kemudian ada proses yang menyerahkan segala sesuatunya kepada hak prerogratif Presiden yang dipayungi UU Nomor 2 Tahun 2002.

( Keterangan : Pasal 11 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 berbunyi, “Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat”. Ayat 2, “Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya”.  Ayat 6, “Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya”. Redaksi ).

Komjen Timur Pradopo ( kiri ) & Kapolri Bambang Hendarso Danuri

(K) : Artinya, pencalonan Komjen Timur Pradopo ini tidak bermasalah ya ?

(BHD ) :  Sesuai dengan UU kan, Kapolri dipilih oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Dan kalau dari kacamata Presiden, hal-hal dari eksternal dan internal memang sangat mempengaruhi maka Presiden bisa meminta nama baru. Dan nama baru itu memang sudah dipersiapkan oleh kami di Mabes Polri. Jadi tidak ada resistensi atau gejolak di dalam Polri. Kan Polri juga memiliki sistem. Dari nama-nama yang kami proses, pasti ada yang disiapkan menjadi calon Kapolri. Dan kalau ternyata dari hasil penilaian Tim Kepresidenan,  dibutuhkan nama baru diluar dari nama-nama yang kami ajukan maka kami akan mengajukan nama baru yang dianggap memenuhi persyaratan.

(K) : Jadi penilaian terhadap figur Komjen Timur Pradopo memang dilakukan oleh beberapa pihak ?

(BHD ) :  Ya betul. Penilaian bahwa calon Kapolri itu memenuhi persyaratan atau tidak, datang dari Mabes Polri, Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) yang dipimpin Pak Djoko Suyanto, lalu Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tim Kepresidenan. Ini yang memberikan penilaian secara keseluruhan. Dan yang terpenting, ini semua kan amanah dari Allah Swt. Kita sebagai manusia, tidak akan ada yang bisa mengetahui rahasia Allah. Saya pribadipun, dulu tidak pernah mengetahui atau menyangka akan menjadi Kapolri. Kalau tahun 2008 lalu, amanah dari Allah diberikan kepada saya untuk menjadi Kapolri. Maka sekarang yang akan mendapatkn amanah itu adalah Pak Timur Pradopo. Jadi menurut saya, sah-sah saja kalau Pak Timur yang diajukan oleh Bapak Presiden ke DPR..

(K) :  Apakah dalam rangka mengamankan pencalonan pak Timur Pradopo ini maka pada hari Jumat pekan lalu (8/10/2010), seluruh Kapolda dikumpulkan di Polda Metro Jaya untuk mendapatkan pengarahan dari Pak Kapolri ?

(BHD) : Mengenai pertemuan dengan seluruh Kapolda itu, pertama-tama untuk menghadapi perkembangan dinamika ke depan. Saya perlu menjelaskan dari aspek politis dan keamanan. Perlu tindakan yang cepat dari aparat kepolisian. Jadi jangan dianggap, Polri tidak memiliki sense of crisis. Dinamika di lapangan memang begitu cepat. Ada kasus Tarakan, kasus pembakaran, perkelahian antar kelompok, antar masyarakat. Ini memerlukan ketanggap-segeraan dari semua komponen. Tidak hanya dari kepolisian saja tetapi dari semua pihak. Dari Pemerintah Daerah sampai ke semua komponen yang ada. Sehingga embrio bahwa akan ada terjadi sesuatu di sekitar kita, bisa segera dimonitor dan dicegah oleh semua pihak. Sehingga embrio tindakan kekerasan itu tidak menjadi kerusuhan dalam skala yang begitu besar dan menimbulkan korban yang tidak diinginkan.

(K) : Jadi seluruh Kapolda dikumpulkan untuk mendapat pengarahan mengantisipasi kerusuhan-kerusuhan berskala besar di daerah ?

(BHD) : Ya betul itu tujuannya. Sehingga dapat dihindari kegamangan bahwa seolah-olah Polri tidak bisa melakukan apapun terhadap orang-orang membawa senjata api dan senjata tajam. Itu sebabnya Polri mengeluarkan Protap baru yaitu Protap 1 Tahun 2010 Tentang Penanganan Tindak Anarkis yang tujuannya untuk penanggulangan tindakan  anarkisme. Protap baru ini tidak perlu menunggu eskalasi. Protal yang lalu harus menunggu eskalasi dan izin sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum Dengan Rahmat  Tuhan Yang Maha Esa.

(K) : Jadi maksudnya, Protap baru ini dikeluarkan oleh Polri untuk adanya kepastian hukum ?

Begini … dengan adanya Protap baru ini, Polri bisa bertindak tegas jika ada kelompok maupun perorangan yang membawa senjata tajam untuk melakukan tindakan kekerasan. Protap baru ini sudah mengatur tahapan-tahapan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi kami harap, tidak akan ada lagi warga yang membuat orang takut, cemas, keamanan orang lain terganggu, bahkan nyawa orang lain sekalipun karena tindakan brutal. Sekarang kan harus ada kepastian hukum yang menjamin bahwa Polri punya satu protap yang terukur, bisa dijadikan pedoman para kapolda malam ini, direktur intelijen, reserse, kapolsek, kapolres dan jajaran Polri.

Dan satu lagi, sebelum protap ini kami sahkan dan dikeluarkan, kami sudah melakukan berbagai pertimbangan dan mendapatkan juga masukan-masukan dari masyarakat dan pihak terkait lainnya. Protap ini sudah dibahas bersama dengan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional).

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri

(K) :  Di akhir masa kepemimpinan sebagai Kapolri, apa pesan yang ingin disampaikan kepada masyrakat di Indonesia ?

(BHD) :  Selama ini, kita sudah melihat ada kejadian perkelahian antar kampung, antar kelompok, ada tindakan anarkisme, terorisme, jadi yang pertama saya berpesan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi. Kedua, mari stick holder yang ada saling bersinergi untuk membangun wilayahnya, terutama masalah keamanan agar tetap kondusif. Jangan cepat melakukan tindakan kekerasan. Cari dulu akar permasalahan dari setiap permasalahan. Selesaikan dulu di tingkat bawah. Jadi setiap permasalahan, jangan lantas diselesaikan lewat tindakan-tindakan kekerasan. Sebab nanti orang tidak mau melakukan investasi di Indonesia kalau tidak ada jaminan keamanan.

(K) : Baik, terimakasih Pak Kapolri untuk wawancara eksklusif ini.

(MS)

Kado Ciuman Mesra & Setangkai Mawar Putih Dari Isteri Untuk Ulangtahun BHD

https://i1.wp.com/matanews.com/wp-content/uploads/bambang_hendarso-590x395.jpg

 

KATAKAMIDOTCOMNEWSINDONESIA.BLOGSPOT.COM

 

 

Jakarta 11/10/2010 (KATAKAMI) — Secara EKSKLUSIF, selama seharian penuh KATAKAMI.COM berada di kediaman dinas Kapolri Jenderal BambangHendarso Danuri di hari Minggu ( 10/10/2010).

Sengaja tulisan ini dimuat sehari setelah acara demi acara di kediaman dinas Kapolri itu berlangsung sebab kami ingin menghormati “PRIVACY” dari Keluarga Besar Kapolri BHD.

Momen penting memang terjadi yaitu Kapolri BHD berulangtahun yang ke 58. Sang Isteri tercinta ( Nani Bambang Hendarso Danuri) mengawali hari spesial suaminya dengan sholat tahajud Minggu dinihari.

Di tengah malam itulah ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada suaminya disertai ciuman mesra.

Dilanjutkan pada Minggu pagi, Ibu Nani mengundang sejumlah ibu-ibu Bayangkari anggota pengajian dari Angkatan 1974 ( Angkatan kelulusan Jenderal BHD).

Acara “Sholat Tasbih” ini menandai ulangtahun Jenderal BHD di penghujung tugasnya sebagai Tri Brata 1.

Acara yang digelar sederhana sekali.

Dan buah tangan yang diberikan kepada para tamu adalah mukena berwarna coklat muda.

Siang harinya, kediaman dinas Kapolri mulai melakukan persiapan karena pada malam harinya akan digelar acara syukuran yang akan dihadiri oleh para pejabat utama dan Kapolda. Khusus untuk acara syukuran ini, “tuan rumah” adalah staf di Mabes Polri.

“Saya sudah ingatkan kepada Korspri (Koordinator Sekretaris Pribadi), saya tidak ikut-ikutan untuk acara makan malam. Silahkan buat dan saya akan menyiapkan makanan. Tetapi staf harus bisa meyakinkan Bapak (Kapolri) agar beliau mau “hadir” di acara ulangtahunnya. Bukan apa-apa, Bapak paling tidak mau kalau ulangtahunnya dipestakan. Bapak itu inginnya sederhana” kata Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri kepada KATAKAMI.COM, Minggu (10/10/2010).

 

http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/09/kapolri-bhd-031.jpg?w=608&h=391

Foto : Kapolri BHD

 

Sambil menunggu acara syukuran makan malam di kediaman dinas Kapolri di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri BHD menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara eksklusif.

Wawancara eksklusif itu akan kami muat pada kesempatan berikutnya mengenai kesan dan pesan dari Kapolri BHD sepanjang ia menjabat sebagai Kapolri selama 2 tahun.

Dan pada malam harinya, acara syukuran ulang tahun Kapolri berlangsung sangat hikmat dan penuh rasa persaudaraan antar Keluarga Besar Polr.

Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan trio Srimulat yaitu Tukul Arwana, Tarzan & Nunung.

Yang cukup menarik, Kapolri BHD satu meja dengan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Komjen Imam Sudjarwo, Komjen Timur Pradopo dan Komjen Wahyono.

Sejumlah Kapolda hadir dalam acara tersebut ( tapi tidak semua Kapolda dari seluruh Indonesia yang hadir, hanya beberapa saja yang hadir).

Kapolri memotong kue ulangtahunnya yang dihiasi dengan topi polisi dan lilin berbentuk angka 58.

Ia memotong kue ulang tahun itu dan menyuapkan kue tersebut untuk pertama kali kepada sang isteri tercinta.

Acara yang cukup menarik adalah acara SPONTANITAS sebab dalam acara ini Kapolri menunjuk pejabat Polri untuk menyumbangkan suaranya.

Pejabat pertama yang jadi “korban” adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman.

Tetapi Kapolda Metro Jaya cukup panjang akalnya. Ia meminta seluruh Kapolri yang kebetulan hadir dalam acara Kapolri maju ke depan dan ikut bersama-sama dengan dirinya bernyanyi dengan membawakan lagu I WILL ALWAYS LOVE YOU.

 

https://i0.wp.com/hminews.com/wp-content/uploads/na.jpg

Foto : Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam Sudjarwo

 

Pejabat kedua yang jadi “korban” adalah Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna.

Seakan tidak mau kalah dengan paduan suara dari jajaran “Kapolda” maka Nanan meminta pada pejabat utama Mabes Polri untuk maju ke depan.

Maka majulah sejumlah perwira tinggi Polri untuk menyumbangkan suara mereka yaitu antara lain Kabaintelkam Komjen Wahyono, Kalemdikpol Komjen Imam Sudjarwo, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi dan sejumlah pejabat utama lainnya. Kelompok paduan suara pejabat utama Mabes Polri ini menyanyikan lagu AYAH :

 

Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi

Walau Air Mata Di Pipiku

Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa

Walau Hanya Dalam Mimpi

Lihatlah Hari Berganti

Namun Tiada Seindah Dahulu

Datanglah aku Ingin Bertemu

Untukmu aku Bernyanyi

Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi

Walau Air Mata Di Pipiku

Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa

Walau Hanya Dalam Mimpi

 

Foto : Komjen Timur Pradopo

 

Sementara itu, calon kapolri Komjen Timur Pradopo juga ditodong untuk bernyanyi. Tak disangka-sangka, ternyata Timur Pradopo bersuara emas. Calon pengganti BHD ini memiliki suara yang sangat merdu.

Timur yang juga merupakan mantan Kapolda Metro Jaya ini membawakan lagu FIRMAN IDOL yang berjudul : KEHILANGAN.

Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku

Ku merasa tlah kehilangan
Cintamu yang tlah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada

*
Asmara memisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu tlah merasuk jantungku

Reff:
Sejujurnya ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita

Takkan ku sia-siakan kamu lagi

 

 

https://i2.wp.com/www.jakartapress.com/demo/gallery/images/602/Brimob-Bangga-Jadi-Anak-Buah-BHD.jpg

 

Lalu Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani.

Yang sangat menggelikan, saat Wakapolri Jusuf Manggabarani tampil ke depan untuk menyumbangkan suaranya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak datang sendirian.

Jusuf Mangga yang merupakan Mantan Komandan Brimob, meminta agar para Mantan Komandan Brimob yang kebetulan hadir dalam acara ulang tahun itu maju ke depan.

Maka Jusuf Mangga tampil bersama Kepala Lemdikpol Polri Komjen Imam Sudjarwo, Irjen SY Wenas. Mereka membawakan lagu PELANGI DI MATAMU :

 

(Reff) : Ingin ku maki
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu

Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu
seakan memaksa dan terus memaksa
ada pelangi

Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu
dan memaksa diri tuk bilang
Aku sayang padamu
Aku sayang padamu

 

http://blogwawancaraeksklusifkatakami.files.wordpress.com/2010/03/20091118kapolri2.jpeg

Foto : Kapolri BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani

 

 

Dan kalau mau terus terang, koor atau paduan suara dari “KORPS BRIMOB” inilah yang suaranya paling hancur dan amburadul karena suara mereka saling kejar-kejaran.

Tetapi para jenderal “PARA MANTAN KOMANDAN BRIMOB” ini, benar-benar sangat percaya diri walaupun suara mereka amburadul saat bernyanyi.

Tetapi Kapolri BHD sangat bahagia dengan semua penampilan bawahannya yang menunjukkan kekompakan dan rasa kebersamaan yang sangat tinggi.

Perayaan ulangtahun Kapolri BHD yang ke 58 memang cukup sederhana dan diadakan persis di penghujung masa bakti BHD pada institusi Kepolisian.

Mulai tanggal 1 November 2010 mendatang, Kapolri BHD resmi memasuki masa pensiun.

Genap 2 tahun ia memimpin Polri dengan beragam suka dan duka.

“Sudah banyak sebenarnya perubahan yang ke arah yang lebih baik dari institusi Polri. Jadi jangan dibilang bahwa Polri itu tidak berubah atau jalan di tempat. Polri sudah berubah” demikian yang disampaikan BHD di hadapan tamu undangan yang memenuhi kediaman dinasnya Minggu malam.

 

https://i2.wp.com/images.paraorkut.com/img/pics/glitters/w/white_rose-3260.gif

 

BHD ingin mengajak sang isteri untuk berlibur sejenak di saat ia lengser nanti.

Dan simaklah sebuah kejutan dari sang isteri di hari ulang tahun Kapolri.

Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri memberikan setangkai mawar putih dan mengatakan pada sang suami, “Jangan takut Sayang, ada aku disini. Biarpun tak lagi jadi Kapolri, aku akan setia mendampingimu”.

Ciuman mesra dan setangkai mawar putih memang menjadi hadiah dari isteri tercinta untuk Kapolri BHD.

Cucu tertua BHD yaitu Alia juga mempunyai hadiah khusus untuk sang kakek ( yang biasa dipanggilnya dengan sebutan ABAH ).

“Aku gak tahu harus kasih hadiah apa buat Abah. Hadiah dari aku, rasa SAYANG aja ya buah Abah. AKu gak punya hadiah lain, aku cuma punya hadiah itu” kata Alia yang masih berumur 6 tahun ini kepada KATAKAMI.COM.

Sementara anak sulung BHD yang bernama Hanny, juga mempunyai hadiah khusus untuk sang ayah.

“Hadiah saya untuk Bapak adalah DOA. Doa anak untuk orangtuanya sangat ampuh. Itu yang paling penting buat saya untuk diberikan kepada orangtua yaitu Doa” kata Hanny kepada KATAKAMI.COM di sela-sela acara ulangtahun Kapolri BHD pada Minggu malam.

Selamat Ulang Tahun Bapak Kapolri.

Salam hormat, doa dan ucapan selamat ulang tahun kami sampaikan secara tulus.

 

 

(MS)